Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Salam
Guru Penggerak
Bergerak,
Tergerak, Menggerakkan
Perkenalkan,
Saya
Hesti Setyaningsih, S.Kom. CGP Angkatan 11 dari SMP Negeri 8 Kota Surakarta
Jurnal
refleksi dwi minggunan ini disusun sebagai syarat kelengkapan tugas Calon Guru
Penggerak angkatan 11. Sebagai CGP angkatan 11, penulis akan merefleksikan
rangkaian kegiatan yang dilakukan dan dipelajarai dalam modul 1.1, yaitu modul
tentang filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara.
Dalam
penulisan jurnal ini penulis menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh
Dr. Roger Greenawa, yaitu model 4F, yaitu Fact (Peristiwa), Feeling
(Perasaan), Finding (Pembelajaran), dan Future (Penerapan)
Fact
(Peristiwa)
Kegiatan
CGP angkatan 11 diawali dengan pembukaan pendidikan guru penggerak angkatan 11
secara daring oleh Ditjen GTK Kemdikbud pada hari kamis tanggal 13 Juni 2024. Kegiatan
dimulai dengan laporan direktur kepala sekolah dan tenaga kependidikan Ditjen
Kemendikbudristek bapak Dr. Kasiman bahwa PGP merupakan program kepemimpinan
bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran dengan keluaran guru penggerak
yang dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan
ekosistem pendidikan yang lebih baik kemudian dibuka secara resmi oleh Prof.
Dr. Nunuk Suryani, M.Pd selaku Ditjen guru dan tenaga kependidikan Kemdikbudristek
dengan memberikan sambutan, motivasi dan membuka acara PGP Angkatan 11. Pendidikan
CGP angkatan 11 akan dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu dimulai pada bulan Juni
sampai Desember 2024. Setelah mengikuti pembukaan kegiatan pendidikan calon
guru penggerak secara nasional dilanjutkan pembukaan orientasi program pendidikan
guru penggerak angkatan 11 oleh BBGP Provinsi Jawa Tengah pada pukul 13.00
secara daring. Acara dibuka oleh kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah Darmadi,
S.Pd, M.Pd yang mengarahkan kepada semua CGP Angkatan 11 memiliki tugas dan
tanggung jawab untuk membawa perubahan paradigma pembelajaran di sekolah
masing-masing untuk mempercepat transformasi Pendidikan di Indonesia.
Pengarahan
penggunaan LMS dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 14 Juni 2024 oleh tim
teknis BBGP Jawa Tengah. Pengenalan LMS meliputi arahan cara login ke PMM merdeka
mengajar, cara menghubungkan akun PMM ke LMS, mengenalkan menu (beranda, modul,
elaborasi pemahaman, penilaian kinerja dan evaluasi penyelenggaraan) pada LMS
sekaligus mempraktekkannya. Selain itu juga dikenalkan aplikasi google site
sebagai wadah untuk mendokumentasikan kegiatan CGP yang sudah dilakukan.
Kegiatan
CGP angkatan 11 dilanjutkan dengan mengisi dan mengunggah pakta integritas,
kemudian memulai modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar
Dewantara dengan mengerjakan soal tes awal modul 1.1 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2024.
Kegiatan dilanjutkan secara mandiri dengan mempelajari modul 1.1 mengenai
Mulai Dari Diri. Pada tanggal 19 Juni 2024 kegiatannya Eksplorasi Konsep
dilaksanakan secara daring dan difasilitasi oleh fasilitator ibu Supriyati dan diakhiri
dengan membuat rekaman audio yang memberikan ilustrasi diri saya
sebagai “Pembelajar Merdeka” yang dapat menginternalisasi semboyan “Ing Ngarso
Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” kemudian diungah di
LMS.
Pada
tanggal 21 Juni 2024 kegiatannya adalah ruang kolaborasi yang dipandu
fasilitator, yaitu ibu Supriyati. Dalam kegiatan ini, kami dipandu untuk
mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang
dasar-dasar pendidikan. Dalam kegiatan ini, kami diberi kesempatan untuk
berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak Angkatan 11. Pada kegiatan
ini, kami berdiskusi dengan teman satu kelompok kebetulan guru yang mengajar di
kecamatan Jebres Surakarta tentang
mengenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan untuk
menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat
diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal , selanjutnya
dipresentasikan pada tanggal 24 Juni 2024 secara daring. Dari hasil presentasi,
kelompok kami banyak mendapatkan masukan sebagai perbaikan sehingga kami secara
kolaboratif dalam kelompok memperbaiki presentasi tersebut. Tugas presentasi
kami unggah pada tanggal 26 Juni 2026. Kemudian dilanjutkan dengan tugas
Demonstrasi Kontekstual, yaitu CGP mendapatkan tugas untuk membuat karya
(karikatur, video pendek, komik, lagu atau puisi) untuk menggambarkan pemikiran
filosofis KHD sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman baru yang CGP peroleh.
Saya membuat karya berupa lagu dengan mengganti syair dari lagu ande-ande lumut
(lagu dolanan dari Jawa Tengah). Tugas saya unggah di youtube dan tautannya
saya upload di LMS pada tanggal 27 Juni 2024.
Pada
tanggal 28 Juni 2024 ada kegiatan Elaborasi Pemahaman, dimana pada kegiatan ini
seluruh CGP bersama sama dengan instruktur yaitu ibu Kresniwiyati, M.Pd. Dimulai
dengan Eksplorasi Konsep melalui forum
diskusi di ruang virtual, CGP diberikan pertanyaan reflektif terkait pemahaman CGP
mengenai pemikiran filosofis KHD. CGP diminta untuk dapat saling bertukar
pendapat dalam praktik baik penerapan konsep KHD di sekolah. Dari kegiatan elaborasi
pemahaman saya mendapatkan banyak pemahaman baru tentang penerapan filosofi Pendidikan
KHD saat pembelajaran. Banyak hal yang masih kurang dalam diri saya misalnya dalam
hal menerapkan pembelajaran yang berpihak pada siswa dan model pembelajaran
yang masih menggunakan sistem ceramah meskipun sudah dikolaborasikan dengan
diskusi kelompok.
CGP
juga membuat tugas koneksi antar materi modul 1.1 yaitu membuat kesimpulan dan
refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Saya membuat video
dan menggungah di LMS pada tanggal 27 Juni 2024. Setelah koneksi antar materi
selesai, saya melanjutkan mengerjakan tugas membuat aksi nyata modul 1.1. Saya
membuat video di youtube dan tautannya saya unggah di LMS pada tanggal 28 Juni
2024. Tugas yang lain adalah membuat jurnal refleksi dwi mingguan 1. Saya tulis
uraian kegiatan yang sudah saya lakukan selama 2 minggu sejak tanggal 13 Juni
sampai tanggal 30 Juni kemudian saya unggah di LMS.
Pada
hari minggu, 30 Juni 2024, seluruh CGP angkatan 11 Kota Surakarta mengikuti
Lokarya Orientasi bersama kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan di SMA
Negeri 5 Surakarta. Kegiatan dimulai pukul 8 diawali dengan pengarahan dan
pembukaan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta, pembukaan kelas lokakarya,
games perkenalan diri, kesepakatan kelas, harapan dan kekhawatiran perjalanan
CGP, posisi diri, rencana pengembangan diri dan pengenalan portofolio digital
oleh Pengajar Praktik (PP). Diakhiri dengan refleksi dan penutup pada pukul
16.00.
Feeling (Perasaan)
Pada
awal pendidikan CGP angkatan 11 tahun 2024, saya merasa cemas dan khawatir
serta sedikit ragu dalam mengikuti kegiatan pendidikan CGP. Kekhawatiran saya
dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kegiatan guru penggerak dan waktu
kegiatan yang sangat lama. Saya khawatir apakah saya dapat menyelesaikan semua
tugas yang diberikan dan apakah saya dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan
CGP angkatan 11 ini. Namun, setelah resapi dan berpikir kembali, saya mengingat
Kembali saat mendaftar seleksi CGP yang memiliki cita-cita ingin menjadi guru
yang lebih baik dan bisa menjadi teladan bagi siswa maupun rekan sejawat, maka
saya bertekad untuk terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mengikuti
kegiatan CGP angkatan 11 ini dan menyelesaikan semua tugas yang yang harus
dikerjakan. Saya akan terus melangkah karena saya ingin menjadi pendidik yang dapat
mengubah paradigma Pendidikan saat ini. Saya akan membagi waktu agar tugas
utama saya mendidik siswa tidak terabaikan dan tugas Pendidikan CGP dapat saya
ikuti dengan baik.
Seiring
dengan waktu, setelah 2 minggu belajar bersama fasilitator dan pengajar praktik
dan saling bertukar pikiran dengan teman sesama CGP angkatan 11, saya
merasa senang dan termotivasi. Saya senang dapat bertemu dengan teman baru yang
sangat menginspirasi saya untuk terus mengikuti program calon guru penggerak.
Saya
juga merasa sangat senang karena dalam program Pendidikan CGP ini, khususnya
pada modul 1.1 saya mendapat banyak ilmu baru mengenai dasar-dasar pendidikan
menurut Ki Hajar Dewantara. Meskipun pada saat ini saya belum dapat
mempraktikan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut
disebabkan oleh belum adanya KBM karena sedang adanya kegiatan PPDB di sekolah
saya, namun dalam menyusun tugas aksi nyata saya mengundang siswa untuk dating
dan saya mempraktikkan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan juga saya
sudah memaparkan pemikiran Ki Hajar Dewantara kepada rekan sejawat.
Finding (Pembelajaran)
Melalui
pembelajaran pada modul 1.1. tentang dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar
Dewantara, saya mulai memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan
merupakan sebuah tuntunan, yaitu menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan
keselamatan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam pembelajaran
pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas meberikan bimbingan
dan tuntunan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran haruslah berpusat pada
siswa dan memberikan kemerdekaan dalam belajar kepada siswa. Pendidik harus
menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda dan kebutuhan yang
berbeda.
Selain
itu, Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan
mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagai pendidik harus menyadari pula
bahwa tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu disaring dan diselaraskan
dulu. Pendidik haruslah dapat menyaring informasi dan budaya yang masuk dan
menyelaraskan dengan nilai kemanusiaan dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan
sampai budaya yang masuk melunturkan nilai kemanusiaan dan budaya asli
Indonesia. Pendidik juga harus bisa menemukenali nilai-nilai budaya daerah yang
dapat meningkatkan budi pekerti sehingga dapat menebalkan laku siswa yang dapat
diterapkan dalam proses pembelajaran maupun di Masyarakat.
Setelah
mempelajari modul 1.1 tentang dasar-dasar filosofi pendidikan menurut Ki Hajar
Dewantara ini, saya menyadari bahwa pembelajaran akan menjadi efektif jika kita
memberikan tuntunan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan
menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, yang artinya kita
menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Selain itu, diperlukan pula
pemberian kemerdekaan belajar kepada siswa untuk dapat mengelola pembelajaranya
secara mendiri dan pendidik berperan sebagai fasilitator atau pembimbing agar
siswa tidak kehilangan arah.
Future (Penerapan)
Setelah
mempelajari modul 1.1, saya akan memperbaiki praktik pembelajaran yang saya
lakukan dengan lebih mengutamakan kebutuhan siswa. Adapun strategi yang akan
saya lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan pembelajaran yang
berpusat pada siswa dengan menggunakan model/metode pembelajaran yang mendukung
misalnya dengan membentuk kelompok diskusi, tutor sebaya dan demonstrasi.
Kedua, mengenali dan memahami karakteristik siswa dan memberikan pembelajaran
sesuai dengan kebutuhannya misalnya siswa diberi kebebasan untuk berpendapat
mengenai materi yang dibahas dengan Tingkat kedalaman yang berbeda sesuai
dengan karakteristik siswa. Ketiga, menerapkan pembelajaran yang variatif dan
inovatif dengan memanfaatkan teknologi misalnya pembelajaran praktik dengan HP
atau komputer, asesmen berbasis komputer, memberikan kuis online dan penugasan
ke siswa dengan produk akhir berbasis digital. Penerapan nilai-nilai karakter
juga akan diwujudkan dalam kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Demikian
jurnal refleksi modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Semoga bermanfaat
Terimakasih
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh