Jumat, 28 Juni 2024

Jurnal Refleksi Modul 1.1 CGP Angkatan 11


 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Guru Penggerak

Bergerak, Tergerak, Menggerakkan

 

Perkenalkan,

Saya Hesti Setyaningsih, S.Kom. CGP Angkatan 11 dari SMP Negeri 8 Kota Surakarta

 

Jurnal refleksi dwi minggunan ini disusun sebagai syarat kelengkapan tugas Calon Guru Penggerak angkatan 11. Sebagai CGP angkatan 11, penulis akan merefleksikan rangkaian kegiatan yang dilakukan dan dipelajarai dalam modul 1.1, yaitu modul tentang filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Dalam penulisan jurnal ini penulis menggunakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenawa, yaitu model  4F, yaitu Fact (Peristiwa), Feeling (Perasaan), Finding (Pembelajaran), dan Future (Penerapan)

 

Fact (Peristiwa)

Kegiatan CGP angkatan 11 diawali dengan pembukaan pendidikan guru penggerak angkatan 11 secara daring oleh Ditjen GTK Kemdikbud pada hari kamis tanggal 13 Juni 2024. Kegiatan dimulai dengan laporan direktur kepala sekolah dan tenaga kependidikan Ditjen Kemendikbudristek bapak Dr. Kasiman bahwa PGP merupakan program kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran dengan keluaran guru penggerak yang dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik kemudian dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd selaku Ditjen guru dan tenaga kependidikan Kemdikbudristek dengan memberikan sambutan, motivasi dan membuka acara PGP Angkatan 11. Pendidikan CGP angkatan 11 akan dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu dimulai pada bulan Juni sampai Desember 2024. Setelah mengikuti pembukaan kegiatan pendidikan calon guru penggerak secara nasional dilanjutkan pembukaan orientasi program pendidikan guru penggerak angkatan 11 oleh BBGP Provinsi Jawa Tengah pada pukul 13.00 secara daring. Acara dibuka oleh kepala BBGP Provinsi Jawa Tengah Darmadi, S.Pd, M.Pd yang mengarahkan kepada semua CGP Angkatan 11 memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membawa perubahan paradigma pembelajaran di sekolah masing-masing untuk mempercepat transformasi Pendidikan di Indonesia.

Pengarahan penggunaan LMS dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 14 Juni 2024 oleh tim teknis BBGP Jawa Tengah. Pengenalan LMS meliputi arahan cara login ke PMM merdeka mengajar, cara menghubungkan akun PMM ke LMS, mengenalkan menu (beranda, modul, elaborasi pemahaman, penilaian kinerja dan evaluasi penyelenggaraan) pada LMS sekaligus mempraktekkannya. Selain itu juga dikenalkan aplikasi google site sebagai wadah untuk mendokumentasikan kegiatan CGP yang sudah dilakukan.

 

Kegiatan CGP angkatan 11 dilanjutkan dengan mengisi dan mengunggah pakta integritas, kemudian memulai modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara dengan mengerjakan soal tes awal modul 1.1  yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2024. Kegiatan dilanjutkan secara mandiri dengan mempelajari modul 1.1  mengenai Mulai Dari Diri. Pada tanggal 19 Juni 2024 kegiatannya Eksplorasi Konsep dilaksanakan secara daring dan difasilitasi oleh fasilitator ibu Supriyati dan diakhiri dengan membuat rekaman audio yang memberikan ilustrasi diri saya sebagai “Pembelajar Merdeka” yang dapat menginternalisasi semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” kemudian diungah di LMS.

Pada tanggal 21 Juni 2024 kegiatannya adalah ruang kolaborasi yang dipandu fasilitator, yaitu ibu Supriyati. Dalam kegiatan ini, kami dipandu untuk mengetahui dan mulai memahami tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang dasar-dasar pendidikan. Dalam kegiatan ini, kami diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan sesama teman Calon Guru Penggerak Angkatan 11. Pada kegiatan ini, kami berdiskusi dengan teman satu kelompok kebetulan guru yang mengajar di kecamatan Jebres Surakarta  tentang mengenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan untuk menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal , selanjutnya dipresentasikan pada tanggal 24 Juni 2024 secara daring. Dari hasil presentasi, kelompok kami banyak mendapatkan masukan sebagai perbaikan sehingga kami secara kolaboratif dalam kelompok memperbaiki presentasi tersebut. Tugas presentasi kami unggah pada tanggal 26 Juni 2026. Kemudian dilanjutkan dengan tugas Demonstrasi Kontekstual, yaitu CGP mendapatkan tugas untuk membuat karya (karikatur, video pendek, komik, lagu atau puisi) untuk menggambarkan pemikiran filosofis KHD sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman baru yang CGP peroleh. Saya membuat karya berupa lagu dengan mengganti syair dari lagu ande-ande lumut (lagu dolanan dari Jawa Tengah). Tugas saya unggah di youtube dan tautannya saya upload di LMS pada tanggal 27 Juni 2024.

Pada tanggal 28 Juni 2024 ada kegiatan Elaborasi Pemahaman, dimana pada kegiatan ini seluruh CGP bersama sama dengan instruktur yaitu ibu Kresniwiyati, M.Pd. Dimulai dengan  Eksplorasi Konsep melalui forum diskusi di ruang virtual, CGP diberikan pertanyaan reflektif terkait pemahaman CGP mengenai pemikiran filosofis KHD. CGP diminta untuk dapat saling bertukar pendapat dalam praktik baik penerapan konsep KHD di sekolah. Dari kegiatan elaborasi pemahaman saya mendapatkan banyak pemahaman baru tentang penerapan filosofi Pendidikan KHD saat pembelajaran. Banyak hal yang masih kurang dalam diri saya misalnya dalam hal menerapkan pembelajaran yang berpihak pada siswa dan model pembelajaran yang masih menggunakan sistem ceramah meskipun sudah dikolaborasikan dengan diskusi kelompok.

CGP juga membuat tugas koneksi antar materi modul 1.1 yaitu membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Saya membuat video dan menggungah di LMS pada tanggal 27 Juni 2024. Setelah koneksi antar materi selesai, saya melanjutkan mengerjakan tugas membuat aksi nyata modul 1.1. Saya membuat video di youtube dan tautannya saya unggah di LMS pada tanggal 28 Juni 2024. Tugas yang lain adalah membuat jurnal refleksi dwi mingguan 1. Saya tulis uraian kegiatan yang sudah saya lakukan selama 2 minggu sejak tanggal 13 Juni sampai tanggal 30 Juni kemudian saya unggah di LMS.

Pada hari minggu, 30 Juni 2024, seluruh CGP angkatan 11 Kota Surakarta mengikuti Lokarya Orientasi bersama kepala sekolah dan pengawas yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Surakarta. Kegiatan dimulai pukul 8 diawali dengan pengarahan dan pembukaan oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta, pembukaan kelas lokakarya, games perkenalan diri, kesepakatan kelas, harapan dan kekhawatiran perjalanan CGP, posisi diri, rencana pengembangan diri dan pengenalan portofolio digital oleh Pengajar Praktik (PP). Diakhiri dengan refleksi dan penutup pada pukul 16.00.

 

Feeling (Perasaan)

Pada awal pendidikan CGP angkatan 11 tahun 2024, saya merasa cemas dan khawatir serta sedikit ragu dalam mengikuti kegiatan pendidikan CGP. Kekhawatiran saya dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kegiatan guru penggerak dan waktu kegiatan yang sangat lama. Saya khawatir apakah saya dapat menyelesaikan semua tugas yang diberikan dan apakah saya dapat konsisten dalam mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini. Namun, setelah resapi dan berpikir kembali, saya mengingat Kembali saat mendaftar seleksi CGP yang memiliki cita-cita ingin menjadi guru yang lebih baik dan bisa menjadi teladan bagi siswa maupun rekan sejawat, maka saya bertekad untuk terus berusaha dan berkomitmen untuk dapat mengikuti kegiatan CGP angkatan 11 ini dan menyelesaikan semua tugas yang yang harus dikerjakan. Saya akan terus melangkah karena saya ingin menjadi pendidik yang dapat mengubah paradigma Pendidikan saat ini. Saya akan membagi waktu agar tugas utama saya mendidik siswa tidak terabaikan dan tugas Pendidikan CGP dapat saya ikuti dengan baik.

Seiring dengan waktu, setelah 2 minggu belajar bersama fasilitator dan pengajar praktik dan saling bertukar pikiran dengan teman sesama CGP angkatan 11,  saya merasa senang dan termotivasi. Saya senang dapat bertemu dengan teman baru yang sangat menginspirasi saya untuk terus mengikuti program calon guru penggerak.

Saya juga merasa sangat senang karena dalam program Pendidikan CGP ini, khususnya pada modul 1.1 saya mendapat banyak ilmu baru mengenai dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Meskipun pada saat ini saya belum dapat mempraktikan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh belum adanya KBM karena sedang adanya kegiatan PPDB di sekolah saya, namun dalam menyusun tugas aksi nyata saya mengundang siswa untuk dating dan saya mempraktikkan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan juga saya sudah memaparkan pemikiran Ki Hajar Dewantara kepada rekan sejawat.

 

 

 

Finding (Pembelajaran)

Melalui pembelajaran pada modul 1.1. tentang dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, saya mulai memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan merupakan sebuah tuntunan, yaitu menuntun anak untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam pembelajaran pendidik hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas meberikan bimbingan dan tuntunan kepada siswa. Selain itu, pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan memberikan kemerdekaan dalam belajar kepada siswa. Pendidik harus menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda.

Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagai pendidik harus menyadari pula bahwa tidak semua yang baru itu baik, jadi perlu disaring dan diselaraskan dulu. Pendidik haruslah dapat menyaring informasi dan budaya yang masuk dan menyelaraskan dengan nilai kemanusiaan dan budaya yang ada di Indonesia. Jangan sampai budaya yang masuk melunturkan nilai kemanusiaan dan budaya asli Indonesia. Pendidik juga harus bisa menemukenali nilai-nilai budaya daerah yang dapat meningkatkan budi pekerti sehingga dapat menebalkan laku siswa yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun di Masyarakat.

Setelah mempelajari modul 1.1 tentang dasar-dasar filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ini, saya menyadari bahwa pembelajaran akan menjadi efektif jika kita memberikan tuntunan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa dan menjadikan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, yang artinya kita menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Selain itu, diperlukan pula pemberian kemerdekaan belajar kepada siswa untuk dapat mengelola pembelajaranya secara mendiri dan pendidik berperan sebagai fasilitator atau pembimbing agar siswa tidak kehilangan arah.

 

Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 1.1, saya akan memperbaiki praktik pembelajaran yang saya lakukan dengan lebih mengutamakan kebutuhan siswa. Adapun strategi yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model/metode pembelajaran yang mendukung misalnya dengan membentuk kelompok diskusi, tutor sebaya dan demonstrasi. Kedua, mengenali dan memahami karakteristik siswa dan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya misalnya siswa diberi kebebasan untuk berpendapat mengenai materi yang dibahas dengan Tingkat kedalaman yang berbeda sesuai dengan karakteristik siswa. Ketiga, menerapkan pembelajaran yang variatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi misalnya pembelajaran praktik dengan HP atau komputer, asesmen berbasis komputer, memberikan kuis online dan penugasan ke siswa dengan produk akhir berbasis digital. Penerapan nilai-nilai karakter juga akan diwujudkan dalam kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

 

Demikian jurnal refleksi modul 1.1 Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Semoga bermanfaat

 

Terimakasih

 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Blog

 Hallo sobat belajar, sudah berapa artikelkah yang kalian post hari ini? Masih banyak yang bertanya-tanya gimana sih cara buat blog yang pal...